Jumat, 08 April 2011

ROMANCE (Bag 1)

        Nina memandang sekeliling bandara  juanda yang seperti biasanya,Semrawut. Masih sama seperti dahulu,Sejak dia meninggalkan bumi Indonesia empat tahun yang lalu.Parkirannya tidak teratur dan membuat lalu lintas macet.Dengan memakai kaca mata hitam untuk melindungi matanya yang cantik,Nina terus melangkah meninggalkan tempat parkiran.Dia sengaja mencari taxi diluar bandara Juanda,Sambil menikmati pemandangan kota Surabaya yang telah lama dia tinggalkan.Empat tahun sudah dia tidak kembali kemari,Empat tahun telah menghapus segala masa lalu.Kota Surabaya telah berubah kini.Begitu panas dan hampir dia tidak mengenalinya.Benarkah ini kota tempat tinggalnya dulu ?.Empat tahun yang lalu dia berpisah dengan keluarga yang dia cintai disini.Masih terasa pelukan sayang kakaknya Diva,tepukan hangat kakak iparnya Arnold,Dan tangisan cengeng James.Keponakannya yang amit amit yang tidak bisa ia lupakan,dan amat dia sayangi.Dia kangen banget sama mereka semua.Dan Nina sengaja tidak mengabari mereka semua akan kepulangannya yang mendadak ini.Nina sengaja membuat kejutan pada mereka semua.Ya…Tuhan..Dia sudah tidak sabar bertemu dengan mereka.

Paul Production

        “Taxi…!”  teriak Nina sambil melambaikan tangannya,menyetop  taxi yang kebetulan lewat.Taxi itu berhenti tepat dihadapannya.Dan Nina bergegas naik,Lalu Nina menyebutkan sebuah alamat kepada sopir taxi itu.Setengah terkantuk kantuk karena kecapaian,Nina teringat masa lalu saat Dia mau take off meninggalkan Surabaya.James memeluknya sangat erat,membuat dia sesak nafas.Wajahnya yang tampan tampak memerah menahan tangis.
          “ Tante jangan lupakan James ya…” Katanya setengah merajuk
    Sambil setengah tertawa,Nina mengiyakannya.
           “Tante jangan lama lama ya disana,”
            “Kalau masalah itu tante tidak bisa menjanjikan padamu..” Nina melihat bibir indah bocah itu mencebik,Cepat cepat dia menambahkan “ Tapi akan tante usahakan secepatnya pulang demi kamu “ Katanya sambil mengusap sayang pipi James yang memerah karena senang.
             “ Tante..jangan sampai kecantol bule amrik ya..” kata James was was
Diva mendelik pada anaknya.
              “ James  !! sampai kapan kau mengikat tantemu ,hingga tantemu tidak bisa pacaran dengan tenang !!Gara gara ulah kamu yang agak keterlaluan pacar pacar tantemu lari semua meninggalkan tantemu.Apa kau ingin tantemu menjadi perawan tua seumur idupnya ? Apa kau mau bertanggung jawab jika hal itu terjadi? “
      James  mendongakkan kepalanya memandang wajah cantik tantenya, Dengan mimic sungguh sungguh
               “ Jika sampai hal itu terjadi..aku yang akan menikahi tante nina “
  Kata kata James membuat semua orang tertawa tergelak gelak.
               “ Ingat umur dong..Umurmu itu berapa..Umur tantemu berapa..Saat umurmu dua puluh tahun.Tantemu keburu udah tua” Kata papanya sambil mengacak acak   rambut James yang ikal .
               “ Memang ada bedanya ya pa..” Kata James tetap ngeyel “ Hanya beda tujuh tahun aja kan ? “
Perkataan James tidak ada yang menjawab.Semuanya sibuk mendengarkan suara panggilan informasi jika pesawat Nina sudah hampir siap berangkat.Diva memeluknya erat sambil menangis.
             “ Jaga dirimu baik baik ya..Sering seringlah telfon “
Nina mengangguk pelan.
Kakak iparnya Arnold menepuk bahunya pelan,Sambil berkata lembut
            “ Aku sudah mengabari orang tuaku,Juga saudaraku disana,Jika kau mengalami kesulitan disana janganlah sungkan untuk meminta bantuan pada mereka.Maria telah mendaftarkan kamu di unifersitasnya.Dan kau bisa tinggal satu apartemen dengan Maria.Dia anaknya baik kok.Tak usah cemas.”
            “Terima kasih …” Kata Nina serak menahan haru
            “ Tidak usah sungkan pada kami,Nin.” Arnold terdiam sesaat mencari kata kata yang tepat “ Bagi kami kau adalah adik kami.Sampai kapanpun tetap begitu “
Nina berhambur dalam pelukan Arnold dan Diva sambil menangis tersedu.Dia tidak bisa berkata apa apa.Diva menenangkannya sambil menepuk bahunya lembut.
            “Ssh..sh..sh..sudah sudah..Pesawatmu hampir berangkat.Ayo cepat sana “
Seperti  anak kecil Nina menghapus air matanya dibantu kakaknya.Dipandangnya wajah kakaknya yang lembut.
              “Mbak…Terima kasih,Kau telah memberi aku segalanya,Seandainya..seandainya waktu itu aku tidak bertemu mbak…” perkataan Nina agak tersendat
               “Sssh ..ssh.. sudahlah..” bisik Diva lembut ditelinganya “ Masa lalu itu biarlah berlalu.tak usah kau ingat ingat lagi “
          Nina tersenyum,Lalu dia mengangguk berlahan.Saat perpisahan kakaknya Diva mencium keningnya lembut. Arnold melambaikan tangannya.Dan James memberinya oleh oleh yang tidak pernah dia lupakan seumur idupnya.
            Taxinya akhirnya berhenti tepat didepan rumah mewah bergaya eropa.Sopir taxi membantunya mengangkat koper koper sebelum dia pergi.Nina memandang rumah besar itu beberapa lama.Sebelum dia membunyikan bel.Dia tersenyum senang,akhirnya dia sampai juga dirumah.Seperti apakah wajah keponakannya sekarang ?Tambah gantengkah ?Yang pasti dia tambah tinggi.Dulu saat Nina masih disini,James sudah hampir setinggi dirinya.Padahal usianya masih sebelas tahun.
               “ Satu tahun lagi,Pasti aku bisa menyaingi tinggi tante “ Katanya dengan bangga.
Nina dengan James bertaut umur tujuh tahun.Dan Nina sudah menganggap James seperti adiknya sendiri.Sejak James masih berwujud bayi merah,dia sudah menyayanginya,merawatnya.Sementara kedua orang tuanya sibuk bekerja.Hingga semua kasih sayang itu didapat James dari dirinya.Sejak kecil James sudah manja pada dirinya.
            Jika dia tidak bisa tidur,James suka merayap naik ketempat tidurnya.Dan minta dibacakan buku cerita  kesukaannya.Itu dulu saat James masih berusia lima tahun. Disaat James menjelang usia anak anak,James agak nakal.Apa lagi disaat ada teman lelaki Nina yang datang kerumah.Mengajak Nina kencan misalnya.Nina tidak bermaksud menyombong,Dulu saat dirinya masih remaja,Nina gadis supel dan cantik.Banyak yang tertarik pada dirinya.Jadi tidaklah mengherankan jika banyak teman SMPnya yang datang kerumah.Dan tak luput kena usilannya James.
             Hingga walau dirinya cantik,Dia tidak bisa pacaran dengan tenang.Jadi selalu saja kisah percintaannya kandas ditengah jalan.Karena tidak tahan dengan ulah James.Dulu James selalu membuatnya kesal.Tapi sekarang dia sangat merindukan bocah itu,Pasti sekarang James sudah banyak berubah.Sekarangkan dia sudah kelas tiga SMU.Jika Nina tidak salah itung..Sudah dewasa dan pastinya sudah punya pacar yang dia sukai.Dan itu berarti dia tidak punya waktu lagi untuk berbuat usil pada dirinya.Pikiran Nina melayang lagi.Dulu teman cowoknya marah marah,gara gara James meletakkan permen karet dikursi yang dia duduki .Dan besoknya Nina langsung diputusnya.
          “ Keponakanmu itu nakal,kayak anak setan saja ! “ katanya kasar “ Kenapa sih,dia suka sirik banget  jika aku dekat denganmu.Aku ngga tahan lagi,Mending aku putus saja denganmu”
            Lalu Nina menangis karena sedih.Ridwan cinta pertamanya,Kala itu.Lalu kemarahannya itu ia tumpahkan pada James.Dia mengamuk,Ogah mengerjakan PRnya.Ogah maen dengannya lagi dan mengacuhkannya.
            Membuat James sedih.Dan lalu dia jatuh sakit karenanya.Kakaknya Diva kebingungan.
            “Aku ngga’ bisa jaga James,Ada pesta yang harus kami hadiri.Tolong jaga dia ya Nin”Kata kakaknya dengan nada menyesal.
             Saat itu suhu tubuh James amat tinggi.James mengigau memanggil namanya.Menggenggam tangannya sangat erat.
             “James. . ,James. .”Panggilnya ketakutan.Mata birunya tampak sayu,bibir merahnya bergerak gerak “Ya..,Aku disini James. .”
              “Jang. .an ma. .rah pa. .daku tan. .te,James . .menyesal ,telah mem. .buat tante sedih. .James . .janji. .takkan. .nakal. .lagi. .James. .sayang. .tante. .tolong. .jangan . .acuhkan. .James. .lagi”
              Mata Nina jadi berkaca kaca karena haru.Ia menciumlembut pipinya,lalu berbisik.
              “Iya,tante takkan mmengacuhkanmu lagi,tante juga   sayang kamu”Nina menangis terisak”maafin tante ya,James”
              Setelah itu James dapat tidur pulas.James dirawat di Rumah Sakit seminggu lamanya.Setelah sembuh ,James memang menepati janjinya.Dia tidak nakal lagi.Tapi ganti suka ngambek,jika dia punya pacar.Saat itu dia sudah SMU.Dan James kelas enam SD.
              “Aku ngga’ suka tante jalan bersama Wayan!!”katanya sambil melipat tangannya sok dewasa.
            “Kenapa?”kata Nina sambil memoles bibirnya dengan lipstik tipis “Diakan baik padamu,Suka ngasih kamu coklat juga”
            “Iya sih. . .” Katanya salah tingkah.Sebab Wayan tahu kelemahannya,Mungkin dikasih tahu sama Nina”Tapi dia tidak kaya,Coklatnya juga tidak enak”.
            Nina menatapnya geli,Menurutnya James sangat lucu.
            “James,Itu tidak baek.Jangan menilai orang dari segi fisik dan materi,Tapi dari hatinya.Menurut tante,Wayan sangat baik”Kata Nina menasehatinya”Dan hari ini,tante tidak pergi kencan dengannya ,Tapi mau belajar untuk ujian nanti”Katanya menambahkan.
            James tampak ragu sebentar,Lalu dia menarik nafas pasrah.
            “Oke deh”Katanya sok tua membuat Nina geli”Kali ini James izinkan,Tapi pulangnya jangan malam malam ya. . ,”
            Nina tertawa geli,Terkadang James amat lucu,Dia suka meniru ucapannya dulu.Jika James minta izin padanya untuk bermain dengan temannya atau pergi kemana saja.Kini kali ini dia balikkan kembali padanya.
            Saat dia mau berangkat kuliah ke luar negri,Jameslah yang paling sedih kehilangan dirinya.Membuat mamanya khawatir.Saat itu James mau menginjak kelas 1 SMP.
            “Tante janji akan kirim surat”Kata Nina menghiburnya saat akan menuju ke Bandara””James juga harus rajin belajar ya,Dan nurut apa kata mama dan papa ya. .”James mengangguk lesu.
            “James janji akan tambah dewasa,agar cocok. .”Bocah lelaki itu memandangnya dengan penuh harap.
            “Ya. .”Kata Nina sambil membungkukkan badannya.
            “Ngga’ah. .”Wajah James bersemu merah,Dia memalingkan mukanya ke jurusan lain”Tante disana jangan pacaran ya. .Ingat selalu padaku ya. .”katanya merajuk.
            “Ya. .”Kata Nina sambil tertawa.
            “Janji ?”Tanya James serius.
“Okey,Tante janji”.
            Tapi Nina mengingkari janjinya ,Ia pacaran disana dan hubungan mereka cukup serius ( Menurut Nina ).Siapa sih yang tak ingin pacaran dengan tenang tanpa gangguan siapa pun?
            Ia ingat wajah James tampak cerah melihat ia berjanji seperti itu.Saat dia mau berangkat James menciumnya,Bukan dipipi seperti biasanya tapi dibibir!!!Ia tersentak kaget,Mata mamanya pun terbelalak.
            Tapi James tidak peduli ,Wajahnya bersemu merah setelah menciumnya.Dan Nina sendiri tidak bisa berkata apa apa.Lalu James berkata lirih,Hanya dirinya saja yang dapat mendengarnya.
            “Aku  mencintaimu tante”.
            Ia  tak mampu mencerna maksud keponakannya itu,Ia langsung melangkah pergi dengan linglung.
            James masih tidak mengerti arti cinta yang sebenarnya,Baginya James masih anak anak,Pasti maksud perkataannya dulu tidak mempunyai arti yang dalam.Pasti ungkapan itu tidak jauh beda dengan kata”AKU SAYANG KAMU”.Bukankah selama ini selalu begitu?James selama ini haus kasih sayang,Dan kebetulan saja ia ada disana.Tempat yang tepat untuk berbagi,James pasti hanya menganggapnya sebagai ganti mamanya,Iya pasti begitu.
            TING TONG  !!! Nina membunyikan bel.
            “OH. .nona. .datang. .!”seru Mbok Yah sambil berlari lari kecil dengan riang.Ia kejar kejaran dengan Pak Karmin,Untuk membukakan pintu gerbang.Nina tersenyum melihat polah tingkah suami istri itu,Dua pembantu setia kakaknya .Tak ada yang berubah,Masih tetap sama seperti dulu.
            “Lama ya non. .?”Kata Bang Karmin sambil mengambil alih koper Nina yang berat berat “ Kenapa tadi gak ngasih kabar ke rumah jika hari ini non akan pulang, Katanya besok… “

            “ Iya nich Non, Jika tau Non akan pulang, Bibik akan memasakkan masakan kesukaan Non. “ Tambah Mbok Yah sambil mengunci pintu gerbang kembali.
            “ Aku baru saja, Memang aku sengaja berbuat demikian untuk membuat kejutan pada kalian.” Kata Nina sambil mengedipkan matanya jahil. “ Mbak Diva ada ? “.
            “Masih dikantor,Demikian pula pak Arnold.Tapi nyonya janji akan segera pulang kok..,” Kata mbok Yah” Pasti tuan muda Jimmie akan senang melihat nona sudah pulang.Dia bilang pada bibi jika dia kangen banget sama nona “
            Mbok Yah selalu memanggil James dengan Jimmie.memang itulah namanya yang sebenarnya JIMMIE ERLANGGA SCANER.James adalah nama kesayangan yang Nina berikan sejak dia masih bayi.
            “ Dia masih sekolah ya mbok..”
            Mbok Yah mengangguk
            “Iya, Paling jam tiga nanti baru pulang.Akhir akhir ini tuan muda selalu sibuk dengan les-lesnya.Banyak sekali.Mbok ndak ngerti “
            Nina melirik jam tangannya,Masih dua jam lagi.James baru akan pulang.Masih ada waktu buat Nina untuk membungkus hadiah buat mereka semua.Dia malah hanya membawa barang pribadi amat sedikit.Kebanyakan dia bagi bagikan pada teman temannya.Itung itung buat kenang kenangan.
            “ James pasti tambah tinggi ya mbok “
            “ Juga tampan !! “ Timpal Mbok Yah penuh semangat membuat Nina tersenyum “ Kaya bintang film di tipi tipi itu lo non..,Tuan juga banyak yang naksir lagi.Ada saja telpon buat dia,Salah ceweknya ganti ganti lagi.Bikin mbok pusing”.
            Dua pembantu setia itu lalu mengundurkan diri meninggalkan Nina.Semuanya masih sama.Tak ada perubahan yang berarti.Selama empat tahun dia tinggalkan.Dia sengaja tidak pulang selama itu,Agar James tidak terlalu tergantung dengannya.Karena hal itu jika dipikir pikir terlalu mengerikan baginya.
            Ia pasti akan disalahkan mbak Diva dan suaminya.Apalagi James anak semata wayang mereka.Ia membuka pintu kamarnya.Kamarnya masih tetap sama,Sepreinya masih bersih bau deterjen.Berarti baru diganti.Ia mengerutkan kening,Siapa yang tidur dikamarnya selama tidak ia tempati selama ini?
            Lalu dia melihat dua buah bingkai foto dimeja.Foto anak remaja,Dan tangannya gemetar ketika ia mengenali siapa dia.Wajah lucunya tidak ada lagi,Digantikan seraut wajah remaja yang menatapnya dengan berani.Itu wajah James!Ia amat tampan dengan mata biru yang menawan yang ia warisi dari ayahnya.Ia tampak dewasa,Rambutnya merah jagung.Dan senyumnya membuat para gadis rela mengantri dibelakangnya.Keponakannya telah berubah menjadi remaja yang sangat tampan.
            Ia tak mengerti mengapa James pindah ke kamarnya.Lalu ia melihat bertumpuk tumpuk buku di almari.Buku pelajaran James!!Empat piala berjajar tak jauh dari buku buku pelajarannya.Nina lalu membacanya James telah menjuarai lomba menyanyi,Lomba fotogenic,Lomba modeling,dan pertandingan basket antar sekolah.James benar benar telah berubah.
            Nina tersenyum,Tak menyesal ia pergi begitu lama dari sini,Jika bisa mengubah James menjadi pribadi yang berbeda.Walau ia menyesal juga karena ia tak mengetahui fase perubahannya.
            Tapi Nina heran juga,Fotonya masih terpajang disana.Seharusnya foto itu ikut dipindahkan bersama barang barang lainnya,Jika James berniat tinggal dikamar ini.Foto saat dia masih SMU,Masih ada.Tersenyum malu malu saat Wayan mefotonya.
            Dulu rambutnya panjang terurai.Tapi kini ia pangkas pendek tinggal sebahu.Agar lebih kelihatan dewasa,Usianya kan sudah dua puluh empat tahun.Dan orang orang masih salah menduga,Mengira ia masih anak SMU.
            Wajahnya memang tanpak segar.Tubuhnya mungil dan wajahnya amat imut.Siapa yang mengira jika usia sebenarnya adalah dua puluh empat tahun ?Sampai saat inipun Nina memang tak suka berdandan yang berlebihan.           
            “ Non..Non..Nina..”
            Mbok Yah berteriak mencarinya.Lalu dia membuka pintu kamar itu.SebelumNina sempat membuka mulut.
            “Aduh..Non maaf,Mbok lupa bilang kamar non sekarang pindah dikamar ujung,Bekas kamar tuan muda dulu..”
            Nina mengkerutkan kening heran.Karena tidak mengerti.Lalu mbok Yah tertawa.
            “ Saat non diluar negeri,Tuan muda sering sakit,Mungkin dia kangen sama non,Lalu dia minta pindah kamar kesini.Dan anehnya sakitnya itu langsung sembuh”
            Nina tertawa geli.
            “ Sampai tiga bulan lamanya seprainya tidak mau diganti.Kata tuan muda masih tercium bau non diseprei itu.Nyonya mengomelinya sepanjang haripun tidak dia gubris.Lalu saat tuan muda pergi ke sekolah,Nyonya menyuruh bibi untuk mencucinya.Eeeh…Tuan muda jadi ngambek setelahnya” Mbok Yah sampai geleng geleng kepalanya mengenang peristiwa itu.
            Nina  menarik nafas.Sebegitu pentingnyakah dirinya bagi James ?
            “ Kayaknya tuan muda Jimmie amat sayang banget sama non Nina,Bikin nyonya ngiri..” Tambah mbok Yah.
            “ Sebab James tidak pernah mendapatkan kasih sayang itu dari orang tuanya.” Timpal Nina.
            “Nin…Nina…,Kau dimana..?” Teriak kakaknya dari lantai bawah.Rupanya dia baru pulang dari kantor.
            “ Tampaknya nyonya sudah pulang tuh non.” Kata mbok Yah
            “Iya bik,Kalau begitu tolong bibi bawakan koperku kekamar yah..,Aku mau menemui mbak Diva dulu.” Kata Nina sambil berjalan keluar kamar.



            Saat dia mau turun.Diva sudah separo jalan menaiki selusuran tangga,Melihat adiknya dia tersenyum lebar.
            “ Aku senang kau sudah pulang Nin..,Tambah cantik saja kamu  !!Rambutmu kamu potong ya..” Katanya sambil memeluknya.
            “ Biar  tambah lebih dewasa mbak.Banyak orang keliru menafsirkan umurku.Dikira aku masih SMU “
            Diva tertawa,Lalu dia mengerling kearah adiknya  bermaksud untuk menggodanya.Nina memang mirip anak remaja.
            “ Mas Arnold belum pulang ?”
            “ Dia keluar negeri,” Diva membimbing Nina menuruni tangga, “ Berangkat tadi .Sebelum pulang tadi aku mengantarnya ke bandara.Ada masalah yang perlu dia tangani segera disana.Kau sudah makan ?”
            “ Belum mbak,” Nina menggeleng pelan “ Dari bandara tadi aku langsung menuju kemari”
            “Ya sudah.Kita makan bersama sama ya..”
            Lalu keduanya menuju ruang makan.Dan meneruskan pembicaraaan mereka disana.
            “ Kau sudah punya pacar Nin ?” Tanya Diva sambil menyorongkan piring berisi lauk pada Nina.
            “Sudah mbak,Namanya Ryan.Dia orang Amerika.Dulu kami satu Unifersitas.Dia dua angkatan di atasku.Sekarang dia sudah bekerja sebagai Pengacara.Mungkin tiga bulan lagi dia akan kemari,Ryan ingin mengenal mbak dan mas Arnold.Maaf selama  ini aku tidak pernah memperkenalkan Ryan pada kakak..”
            Diva tersenyum arif
            “Tidak apa apa..,Wah..Berarti sebentar lagi ada bunyi lonceng pernikahan nih..,” Kata Diva menggodanya.Membuat wajah Nina bersemu merah ‘’ Dia baik..?”
            “ Menurutku begitu mbak..” Itu harapan Nina jika saja Ryan masih mau dengannya.
            “ Bagus !! Dengan begini Jimmie tidak terlalu tergantung padamu.Aku mengkuatirkan perkembangan jiwanya,Nin..” Kata Diva sambil menarik nafas berat.Dia memandang adiknya dengan mimik serius.
            “ Memangnya ada apa mbak..?”
            “ Dia terlalu mendewikan kamu.Masak..Dulu saat kamu pergi ,Dia langsung pindah ke kamarmu.Tidur disana,Dan lebih parahnya lagi seprainya tidak mau dia ganti.sampai tiga bulan lamanya.Aku sampai jengkel.Lalu saat aku menyuruh mbok Yah mencuci sepreinya,Dia marah dan bilang padaku,Menyuruhmu pulang kerumah !!” Diva mendesah “ Terus terang aku takut Nin..,Semoga saja dengan melihatmu menikah,Dia jadi tambah dewasa “
            “ Kuharap juga begitu mbak..,” Kata Nina lirih “ Dia pandai ya..,Aku lihat dikamarnya banyak sekali pialanya.Pasti mbak bangga dong dengan prestasinya
sekarang”
            “Ya dia selalu juara satu terus dikelasnya”Kata Diva bangga”Dan tambah ganteng.”.
            “Aku tahu itu,Aku tadi melihat fotonya juga”.
            Lalu terdengar derum mobil diluar,Dan dentuman pintu dibanting dengan keras.
            “Itu pasti Jimmie”Kata Diva sambil menoleh keluar kearah jendela”Dia pasti senang melihat kau sudah pulang”.
            Benar saja ,Sudah terdengar teriakan teriakan dari arah beranda,Bukan suara anak kecil lagi,Tapi suara lelaki dewasa.
            “Tante. .Tante..!!”
            Saat melihat James,Nina tersenyum.Ia tampak tampan dengan seragam sekolahnya.James amat jangkung.Berkulit putih,Dan bermata biru,Menatapnya dengan lembut.Saat melihat Nina ia langsung memeluknya.”Aku kangen banget pada tante”Katanya parau
            “Aku juga James. “
            “Kenapa rambutnya dipotong. .?”Melihat Nina terdiam ia buru buru menambahkan ,Takut Nina marah”Tapi cantik kok,Pantas”.
            “Aah. .Merayu nih. .?”.
            “Ada hadiah buatku tante. .?Kan James sudah merayu tante”Godanya sambil duduk dikursi bekas diduduki Nina tadi.Tak henti hentinya James memandangi Nina dengan tatapan kagum tanpa mempedulikan mamanya.
            “Tentu saja ada.Nanti malam akan kukasihkan hadiah khusus buatmu.Gimana pelajaran kamu James,Bagus ngga’. .?”.
            “Ya tante”.
            “Sudah punya pacar belum. .?’.
            James mencebik cemberut.Tampaknya ia tak suka dengan pertanyaan itu.
            “Kalau pacar banyak Nin ,Tapi tampaknya yang serius itu yang bernama Ratna itu”Celetuk mamanya.
            “ Mama ini..!! Wong ngga pacaran juga di bilang pacaran!! Kami Cuma teman ma..” Lalu dia menatap Nina lagi “ Benar kok tante aku dan Ratna Cuma teman aja,” Katanya menyakinkannya.
            Nina tertawa geli.Ia menatap James sayang.
            “Pacaran juga ngga’apa apa kok, James,Kan kamu sudah besar sekarang”Dan entah kenapa Nina melihat wajah James berubah menjadi pucat.
            Malam harinya,Nina menyerahkan kado kado itu pada kakaknya Diva,Pada James,Juga ada hadiah buat suaminya Diva yang ia titipkan pada kakaknya,Untuk para pembantu juga ada pula.Dan itu sudah ia berikan tadi sore,Dan mereka amat senang menerimanya.
            “ Ini bagus sekali tante “ Kata james senang,Saat ia menerima hadiahnya.Sebuah DVD film terbaru Aktor laga kesayangannya.
            “Syukurlah..Jika kau senang..” Kata Nina.
            Sementara kakaknya Diva ia beri baju pesta yang harganya lumayan murah.Karena mendapat diskon ditoko langganannya.Tapi gaun untuk kakaknya itu amat anggun dan elegan.Diva juga senang banget menerimanya.
            “ Adapun pemberianmu,Selalu bagus.Besok akan kupake saat ada arisan.” Kata Diva tanpa menyebutkan “Walaupun murah” Dan itu sudah membuat Nina senang.
            Sementara kakak iparnya,Dia beri dasi sutera yang amat serasi dengan warna jasnya yang jarang dia pake.Karena tak ada dasi yang cocok untuk ia kenakan.
            “ Saat aku ngelihat dasi ini,Aku teringat pada jas mas Arnold yang jarang ia kenakan itu “ Kata Nina sambil menyerahkan dasi itu pada kakaknya.” Padahal itukan jas kesayangan Mas Arnold.Lalu aku beli ini” Katanya lagi dengan mata berbinar binar
            “ Kau masih ingat saja,Padahal aku saja udah lupa.Arnold pasti senang dengan kado kecilmu ini..,Nanti aku kasihkan pada dia .Jika dia sudah pulang nanti”


            Tiga hari kemudian,Arnold baru pulang dari luar negeri.Dan saat  malam itu mereka berkumpul diruang keluarga,Arnold berkata pada Nina,
            “ Nin, Terima kasih hadiahnya.Nanti akan kupake,,”
            Rupanya Diva telah memberikan hadiah itu pada suaminya.Arnold tidak suka berbasa basi atau berbicara banyak.Dan Nina cukup mengerti.Kosakata bahasa Indonesia Arnold sangat buruk.
            “ Jimmie..,Belajar sana !! Sebentar lagi kau mau ujiankan ??” Tegur mamanya halus.Saat hari beranjak semakin malam.
            James menatap mereka sejenak.Menghela nafas kesal lalu ngeloyor pergi menuju kekamarnya.Tanpa membantah.Saat Nina menatapnya,James memberi isyarat pesan tanpa sepengetahuan orang tuanya,Bahwa selesei mama papanya tidur,Dia akan menemuinya.Nina tersenyum geli.
            “Anak itu..Terlalu lengket padamu..” Kata Arnold sambil geleng geleng kepala.Rupanya dia melihat isyarat yang diberikan anaknya tadi pada Nina.
            Jam sepuluh malam,Nina menguap ngantuk.Ia amat lelah mencari pekerjaan di surat surat kabar yang sesuai dengan ijazahnya.
            Sebelum tidur,Dia memeriksa kamar mandi disamping kamarnya.Jangan jangan dia lupa belum mematikan lampu kamar mandi.Karena Nina memang terkenal ceroboh.Nah…Benar saja,Lampu kamar mandi masih menyala.Kadang Nina kesal dengan keburukannya ini.
            Dirumah ini,Terdiri dari dua lantai.Lantai bawah digunakan sebagai ruang tamu,Ruang keluarga yang biasanya juga digunakan untuk menjamu tamu tamu Arnold dan Relasi kantor Diva.Dapur,Kamar tidur para pembantu,Ruang makan.Dan juga perpustakaan keluarga.Ruang keluarga dilengkapi dengan bar mini lengkap dengan piano,Karaoke dan lantai dansa.Memang tempat itu dikhususkan untuk pesta.Ruang keluarga menghadap kearah taman,Yang didesain khusus oleh ahlinya.Lengkap dengan air terjun buatan dan kolam ikan. Disamping taman ada kolam renang,Yang biasa digunakan oleh keluarga Arnold saat hari minggu.Hari dimana seluruh keluarganya berkumpul.
            Lantai atas digunakan untuk kamar tidur utama,Dan semuanya sudah di fasilitasi dengan kamar mandi dan juga AC.Rumah ini sangat besar,Tapi hanya dihuni tiga orang.Sekarang empat orang bersama Nina dan empat pembantu,Satu juru masak,Tukang bersih bersih rumah,Tukang kebun,Dan yang satunya sekuriti atau satpam penjaga.
            Rumah yang sangat mewah, tapi terkesan dingin. Nina pun tak mau menghiraukan itu. Ia pun merebahkan tubuhnya diranjang dan mematikan lampu lalu tidur.

Bersambung >>> ROMANCE (Bag 2) 

Tidak ada komentar:

Pasang Emoticon Anda!

Poskan Komentar