Jumat, 06 September 2013

CINTA BUAT DITA - 2

         
http://cerpen-airin.blogspot.com
Aku sedang mengikat tali sepatuku ketika Yudi duduk disebelahku. Aku meliriknya dengan perasaan tidak nyaman. Aku tahu dia masih marah padaku karena kejadian satu minggu yang lalu. Akibat kekalahan kami kemarin. Aku kembali teringat pengakuan Widya kemarin padaku membuat hatiku panas. Sungguh kemarin malam sepulang dari rumah Widya aku tidak tidur sampai pagi. Hatiku hancur sehancur- hancurnya seperti lagunya Olga. Pagi harinya aku melewatkan sarapan dan balas dendam tidur sampai siang. Untung aja mama dan papa lagi kerumah tante Misye yang melahirkan sama kakakku yang bawel hingga tak ada yang tahu jika aku sedang sedih dan ingin sendirian untuk sementara waktu.      " Kau datang juga.." Katanya tanpa memandangku.      Aku berusaha tidak menanggapi perkataannya. Kuraih bolaku lalu mau berjalan pergi ketika dia berbicara lagi padaku.     " Aku ingin bertanding denganmu..!!" Teriaknya " satu lawan satu. Aku ingin menunjukkan pada teman- teman bahwa kau tak pantas jadi tim inti "  

Selasa, 03 September 2013

CINTA BUAT DITA - 1

     Kulempar bola itu kearah Agus ketika posisiku terjepit. Dua pemain SMU 1 menjepit laju jalanku. Kulihat Agus berhasil memasukkan bola kearah ring. Tembakan dua angka. Aku menarik nafas lega. Kulirik nilai dipapan. 67 : 65. Aku ketinggalan tiga angka dari SMU 1. Waktu terus berlari dan aku tahu, kami tidak punya banyak waktu lagi.         " Rino..!! Tembak.." Teriak Agus.     Kulirik ring yang masih jauh dari jangkauan, sungguh tak mungkin menembakkan bola sekarang tapi sudah tak ada waktu lagi.     " Rino..! Apa lagi yang kau tunggu.." Teriak Agus padaku.  

      Aku berusaha menerobos mereka tapi tetap saja tak bisa. Tak ada cara lain lagi. Kuhentakkan kakiku ke lantai lalu melambungkan badanku keatas berusaha melampui badan lawan dan jangkauan tangannya. Bola lalu kutembakkan kearah ring.     " Kumohon Tuhan..kumohon Tuhan.." Doaku dalam hati.     Bola itu berputar diudara. Semua mata tertuju kearahnya. Aku sulit menarik nafas ketika bola itu makin mendekati kearah ring. Aku sangat berharap bola itu masuk kedalam ring dan bisa merubah kedudukan. Untuk keseperkian detik kupejamkan mataku.

Selasa, 27 Agustus 2013

SINOPSIS : CINTA BUAT DITA

  
Dita divonis dokter menderita penyakit Leukimia. Orang tuanya ingin melihat Dita bahagia . Lewat buku diarynya mamanya tahu jika Dita selama ini mencintai Rino. Cowok yang hanya jadi impian yg tak mungkin dia raih. Karena Rino cowok populer di SMUnya. 

    Diam-diam mamanya mencari tahu siapa Rino, lalu memohon cowok itu agar bersedia menjadi kekasih anaknya. Pada awalnya Rino mengira orang tua itu gila. Tapi saat dia tahu bahwa orang tua itu orang tua dari cewek cupu yg bernama Dita dia percaya. Dan kenapa  orang tua itu melakukannya. Akhirnya dia menyanggupi permintaan itu.

     Lewat orang tua Dita Rino mulai mendekati Dita. Dan akhirnya mereka berdua bisa pacaran. Pada awalnya Rino mau berpacaran dgn Dita karena kasihan. Melihat Dita ia jadi teringat pada Sari adiknya yang telah meninggal karena sakit gagal ginjal. Dulu ia sangat membenci Sari karena kemana-mana selalu mengikuti dia. Tapi ketika Sari meninggal ia jadi merasa kehilangan.

      Tapi karena keteledoran Rino juga yang bercerita pada Joni kenapa ia mau pacaran dgn Dita. Gosip itu menyebar dan sampai akhirnya terdengar oleh Dita. Karena Shock Dita akhirnya jatuh pingsan dan membuatnya koma berhari-hari.

    Bisakah Dita sembuh..? Kali ini, aku ingin bikin cerita dalam sudut pandang tokoh utama. Apa yang ia lakukan sehari - hari, konflik apa yang ia hadapi dan bagaimana ia menyelesaikannya. 

    Rino seorang pemuda yang bermasalah. Sejak kematian adiknya ia jadi cowok yang berbeda. Ia merasa kematian adiknya adalah akibat salahnya. Karena ia kurang memperhatikan dan memberikan cinta seorang kakak kepada adiknya. Dan ketika ia menemukan seorang gadis yang menderita penyakit yang sama seperti adiknya. Rino berusaha untuk menebus kesalahannya dimasa lalu.

Selasa, 20 Agustus 2013

ALLAH MBOTEN SARE

      Sejak kecil aku sudah terbiasa dengan pahitnya hidup. Disaat teman-temanku asyik bermain gobak sodor, boneka, lompat tali, bentengan dan sebagainya. Sepulang dari sekolah aku langsung pergi ke sawah mencari ranting kering ataupun saat panen tebu tiba mencari akar tebu buat kayu bakar. Kalau tidak begitu ibu selalu mengancamku tidak akan dikasihnya makan. Kalau menjelang sore aku dan kakakku angkat air buat masak karena ibuku membuka warung buat tambah penghasilan dan nyekolahin kami berdua. Ayahku hanyalah kuli bangunan.       Saat lebaran tiba, teman-temanku selalu memamerkan baju barunya yang bagus- bagus. Dan kami hanya harus puas baju baru bikinan tetanggaku. Karena ongkos jahit ditahun 90- an lebih murah daripada baju baru. Saat kami mengadu ke ibu karena iri melihat baju baru temanku. Ibu selalu menghibur dengan lagu yang sama tiap tahunnya " masih syukur kalian berdua bisa sekolah, agar nasib kalian tidak sama seperti kedua orang tuamu.." Karena kata- kata ibu itulah kami tidak pernah meminta yang tidak mampu orang tuaku berikan.       Sejak kecil orang tuaku mengajarkan empat hal untuk bekal hidup. Jujur, tanggung jawab, bekerja keras dan selalu bersyukur. Hal itu selalu aku ingat sampai sekarang.       Ada suatu kejadian dimasa lalu yang membuat aku terpukul dan juga membuat aku bisa bangkit.       Suatu hari ada tetanggaku yang keluarganya kaya raya menikahkan anaknya. Kebetulan anaknya itu adalah teman mainku semasa kecil tapi kami tidak akrab. Karena waktuku banyak dihabiskan buat membantu orang tua.       Memang ibuku sejak kecil menanamkan pada anaknya " bantulah orang lain semampumu agar disaat kau sedang kena musibah ada orang lain yang membantumu..". Biasanya aku bagian orang jawa bilang Nampa Tenong atau seksi angkat- angkat. Atau bagian penerima tamu.        Kala itu aku ditunjuk bagian penerima tamu kata ibu. Aku tidak ikut rapat saat hajatan mereka. Karena tiga faktor yang membuatku enggan ikut andil membantu keluarga itu. Pertama yang nikah adalah teman sebayaku, kedua keluarganya sombong dan memandang rendah orang lain, dan yang ketiga adalah aku tidak akrab sama anaknya ( nikah). Tapi ibu terus memaksa aku. " Hidup bermasyarakat itu ya harus saling bantu, Rin..." Kata ibu. " Tapi merekakan tidak pernah membantu disaat tetangganya sedang kesusahan bu.." Kataku keras kepala " dimana mereka saat pak Kardi meninggal..? Dimana mereka saat mba Ima nikahan.." Ibu terdiam sebentar " mungkin mereka sibuk.." " Sibuk..?" Aku tersenyum sinis " aku masih ingat kejadian itu bu. Saat aku bantu- bantu dirumah mba Ima. Nita sedang asyik pacaran..dia malah tidak sudi menatapku.." Kataku sedih. " Mereka keluarga orang kaya.." Aku ibuku getir. " Apa bedanya dengan kita, bu..kitakan sama- sama ciptaan Allah.." " Dengar Rin..!" Kata ibuku. Sepertinya beliau kehabisan kesabaran " menolong orang lain itu JANGANLAH MEMINTA IMBALAN balik. Serahkan semua pada Allah..! Biar Allah yang menilainya.." Aku yang kini ganti terdiam " tapi ibu apa benar aku disuruh jadi penerima tamu.." Kataku lirih. Aku tidak mau lagi berdebat dengan ibu. " Benar, ibunya Nita sendiri yang bilang begitu padaku. Sudah sekarang kau mandi sana dan segera pergi kerumahnya.." Suruh ibu. Aku lalu menganggukkan kepala dengan lesu.     Selesei mandi dan berpakaian rapi, aku lalu datang kerumah Nita. Dihalaman depan sudah tertata indah tempat pelaminan Nita nanti. Aku langsung masuk kedalam rumahnya. Banyak para tetangga yang melihatku menyapa dengan ramah. Karena memang aku terkenal suka datang membantu diacara hajatan nikahan anak- anak mereka.     " Wes, cepat. Masuk kedalam sana..semua sudah pada ngumpul.." Kata Mba Ima sambil menggendong anaknya setengah mendorongku " moga cepat ketularan ya.." Doanya yang membuat aku tersenyum.      Aku langsung mencari bu Panji ibunya Nita. Tapi karena orangnya tidak ada aku disuruh menunggu. Tak lama keluarga Nita keluar dari kamar. Namanya mas Sulis. Saat melihatku dia bilang yang bikin aku sakit hati " hei orang udik, ngapain kau disini..?" " Kata ibu, aku disuruh kemari sama bu Panji.." Kataku. Tanganku terkepal menahan marah saat itu. " Ngapain..?" " Katanya disuruh bagian penerima tamu.." Mas Sulis menatapku lekat- lekat. " Kau sudah mandi atau belum..? Jangan sampai tamu- tamunya Nita nanti muntah jika melihatmu.." Sungguh saat itu aku ingin menangis mendengar hinaan itu. Apalagi semua mata tertuju kearahku. Tanganku sudah terkepal erat saat itu. Andai aku tidak ingat ini acara pesta dan banyak orang aku ingin menggampar mulutnya itu.     " Ya Allah..., berilah kesabaran pada diriku.." Kata hatiku yang mulai panas.      Untunglah bu Panji segera keluar. Aku langsung menghampirinya.     " Maaf bu.." Kataku dengan sopan " kata ibu saya disuruh kemari.."     Bu Panji menatapku lekat. Dia tampak kaget dan kesulitan berkata- kata untuk beberapa detik.     " Mungkin ibumu salah mengerti ucapanku.." Katanya " kamu bukan ditunjuk sebagai penerima tamu. Tapi bagian Nampa Tenong. Tapi kalau kamu mau didandani juga disini juga tidak apa- apa. Aku tidak keberatan.."    Sungguh aku ingin menangis karena malu saat itu. Apa lagi semua orang memandangku sambil berbisik - bisik. Terdengar tawa berderai dibelakangku. Tawa mas Sulis.     " Bilang saja tidak punya kosmetik dirumah. Makanya mau minta gratisan..!" Katanya. Tapi langsung dipelototi sama bu Panji dan istrinya.    " Tunggu semuanya selesei ya, Rin baru giliran kamu.." Kata Bu Panji.     " Tidak usah, Bu. Terima kasih. Saya bisa dandan sendiri dirumah. Dan maaf mengganggu.."     Tanpa menunggu kata-katanya aku dengan langkah lebar- lebar meninggalkan rumahnya.     Sampai dirumah aku langsung menangis sejadi- jadinya. Aku menyalahkan ibuku. Baru kali ini aku dipermalukan orang seperti itu. Tapi ibuku menyangkalnya bahwa bu Panji benar- benar berkata begitu. Ucapannya diperkuat pak Sumadi tetanggaku. Mereka mengutuk mas Sulis yang menghinaku begitu.    " Titen ono nduk, pasti suatu saat nanti Sulis karo keluargane akan nrima karmane." Kata ibuku diamini tetanggaku pakde Sumadi.     Hari itu, aku selalu mengingatnya dalam hati.       Tujuh tahun kemudian,      Tetanggaku bu Tita bercerita, anaknya mas Sulis yang laki- laki ketahuan mencuri uang tetangganya dan jadi gunjingan di RT 09.      02 January 2011     Tetangganya yang suster depan rumah kehilangan laptopnya yang ia taruh di ruang tamu. Tidak ketahuan siapa yang mencuri karena saat itu kondisi sepi. Padahal kawasan rt 09 terkenal aman dari pencuri.        23 Agustus 2012     Pagi- pagi benar, terjadi kehebohan dan gempar didesaku. Tepatnya pukul 06.30 menit. Mas Sulis ketahuan mencuri uang sama istrinya dirumah tetangganya yang punya pekerjaan catering. Modusnya istrinya disuruh menyibukkan tuan rumahnya saat dia beraksi. Tapi mereka lupa suami bu Eka masih ada dirumah. Jadi saat suami bu Eka yang baru mandi masuk kamar dia dikejutkan dengan tamu tak diundang didalam kamarnya. Kontan dia berteriak. Dan benar saja kata ibu,      Dulu aku pernah dipermalukan dia, tapi aku masih dapat simpati warga. Tapi tanpa aku mempermalukan dia. Dia mempermalukan dirinya sendiri. Allah mboten sare.             

Selasa, 13 Agustus 2013

Sinopsis " CENAYANG MISS D "

Cerita ini tiba - tiba muncul di kepalaku ketika aku liat berita korban pembunuhan di televisi. 

Seandainya saja ada orang yang bisa liat makhluk gaib dan menjadi perantara sikorban pembunuhan untuk memberitahu siapa pembunuhnya. Mungkin saja...tingkat kriminal di negeri ini yang belum bisa terungkap bisa cepat ketahuan.    

Sinopsis CENAYANG MISS D

PauL Production ®

Cerita ini menceritakan Sarah gadis aneh berpakaian kuno yang memiliki kemampuan supranatural sejak SD. Ia dijauhi teman2nya karena dipikir dia ini cewek gila. Karena itu dia suka menyendiri dipojokan ruangan. Sekolahan Sarah adalah sekolahan asrama. Karena dia gadis aneh maka ngga ada yang mau satu kamar dengannya. 

Hingga datanglah murid baru yang bernama Dewi. Seperti namanya dia ini cewek cantik yang langsung jadi primadona di sekolahan Sarah. Dewi gadis dingin yang menyimpan misteri dalam hidupnya. Kedatangannya ke sekolahan itu hanya untuk mengungkap misteri pembunuhan sepupunya 1  tahun lalu yang ngga pernah terungkap dipublik. Sepupunya mati terbunuh diasrama ini.    

Sarah sama sekali ngga tau, jika Dewi ini adalah COWOK yang menyamar jadi Cewek, dan mereka harus tidur berbagi kamar dan kamar mandi BERSAMA..!!    Dewi ini sebenarnya punya  saudara kembar identik tapi berbeda kelamin. Dan dia telah menggunakan ijazah saudaranya agar bisa diterima di sekolahan itu.    


CENAYANG MISS D Bab XV

Dewi mendandani Sarah agar lain dari biasanya sore itu.      " Bagaimana kencanmu kemarin..? Maaf ya aku sudah tidur saat kau pulang.."      " Semua berjalan lancar.."      " Kaliyan sudah jadian..?"     Pipi Dewi memerah dan dia berbicara tidak jelas sesudahnya.      " Bayu mengatakan hal aneh kemarin.." Kata Dewi sambil termenung sejenak.      " Apa..?"      " Ini mengenai penggemar beratnya, siapa ya namanya Momo...may- may atau siapa ya. Dia hanya bilang suruh aku berhati- hati padanya...aah...MIMI namanya.."     " Mimi teman sekelas kita..?"     " Aah benar. Memang syi sejak awal gadis berkaca mata itu sepertinya tidak menyukai aku.." Kata Dewi sambil mendesah sedih.       Sarah memandangnya lurus,      " Apakah dia mengancammu atau melakukan tindakan yang berlebihan padamu...?"       " Umh, lebih tepatnya tidak berbicara padaku. Dan lebih banyak membuang muka jika sedang berpapasan denganku..." Bahu Dewi merosot dan wajahnya tampak sedih.  

   

Senin, 12 Agustus 2013

CENAYANG MISS D Bab XIV

http://cerpen-airin.blogspot.com/
Sarah membuka matanya perlahan. Dan dia mendapati orang tuanya sedang memandangnya dengan cemas.     " Ooh syukurlah kau sudah sadar..?" Kata ibunya mendesah lega " kau pingsan lama sekali nak, sampai membuat orang tuamu cemas.." Kata ibunya lagi sambil membelai rambutnya.     " Dimana aku ma.."    " Rumah sakit sayang, kau baru saja dioperasi untuk mengambil proyektil peluru dipergelangan kakimu.."     " Ooh, bagaimana dengan Dewa ma...Dewa tidak apa- apakan... Kepala sekolah.."    Mamanya menarik nafas pelan,     " Polisi sudah menangkap kepala sekolahmu. Sementara sekolahmu diliburkan. Mungkin selanjutnya hak penanggung jawab dipegang oleh pemerintah bukan yayasan lagi. Dewa...anak itu juga dirawat disini. Tadi dia baru kemari menanyakanmu. Dia cowok yang tampan ya.,.apakah dia pacarmu..?"      Pipi Sarah memerah. Apakah Dewa pernah bilang dia menyukainya..? Tidak. Dia hanya bilang dia akan melindunginya.    " Bukan, ma..dia hanya teman"     " Ooh, tapi pasti dia teman yang sangat baik. Dia sangat mencemaskanmu.."     Sarah menganggukkan kepalanya,    " Ya, mama benar. Dia teman yang sangat baik.."